Bahaya Kelebihan Asupan Protein bagi Ginjal
On Maret 9, 2023 by admin StandardSpesialis gizi dari RSCM, Yudhi Adrianto, mengatakan asupan protein berlebihan dan jangka panjang dapat menyebabkan efek samping mempengaruhi fungsi ginjal.
“Kalau misalnya proteinnya kelebihan, ginjal akan terjadi dekompensasi dalam filtrasinya.
Lama-lama ginjalnya bisa bocor.
Kalau ginjal bocor akan terjadi gangguan fungsi ginjal ataupun penyakit ginjal,” kata Yudhi.
Inilah 6 Minuman yang dapat Membantu Menurunkan Berat Badan Biasanya, pola makan dengan asupan protein tinggi dan rendah karbohidrat dapat menurunkan berat badan dengan cepat, seperti diet keto.
Namun, Yudhi mengingatkan efek jangka panjang yang bisa terjadi jika diet ini terus-menerus dilakukan, yakni berisiko terhadap metabolisme.
Apabila konsumsi berlebihan maka protein tersebut akan disimpan dalam bentuk lain di dalam tubuh, yaitu dalam bentuk lemak lipoprotein.
Protein berubah bentuk menjadi lemak dan disimpan di dalam jaringan adiposa atau jaringan di balik kulit, terutama biasanya disimpan di bagian kulit perut.
Yudhi mengataan kebutuhan protein normal berkisar 0,8 gram per kilogram berat badan.
Sementara pada diet keto, protein yang dikonsumsi biasanya berkisar antara 1,5-2 gram per kilogram berat badan.
Mengenali Gejala Talasemia Kondisi Kelainan Darah Bawaan “Di dalam darah juga ada protein yang disaring, di ginjal juga menyaring protein.
Kalau misalnya protein kelebihan, ginjal akan terjadi dekompensasi dalam filtrasinya,” ujarnya.
Selain tinggi protein, diet keto juga cenderung tinggi lemak.
Yudhi mengatakan konsumsi lemak yang tinggi secara terus-menerus juga akan mengakibatkan peningkatan simpanan lemak di dalam tubuh.
Sama seperti protein, kelebihan lemak tersebut akan disimpan dalam bentuk lipoprotein.
Bahaya diet ketoDiet keto memang efektif menurunkan berat badan dalam jumlah banyak karena tidak menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama melainkan protein sebagai sumber energi utama.
Meski begitu, Yudhi mengingatkan pentingnya asupan glukosa yang tetap dibutuhkan tubuh.
“Otak kita minimal itu membutuhkan 120-180 gram glukosa untuk kehidupan sehari-hari untuk bisa berfungsi dengan baik.
Kalau tidak tercukupi, otomatis efek sampingnya misalnya kita akan lemas, kemudian berpikirnya lambat, mudah ngantuk, aktivitas jadi berkurang, sehingga itu akan mengganggu aktivitas sehari-hari,” terang Yudhi.
Oleh sebab itu, Yudhi menganjurkan untuk berkonsultasi terlebih dulu kepada ahli gizi jika masyarakat ingin diet.
Dengan begitu, orang dapat memahami jenis diet seperti apa yang cocok dan sesuai kebutuhan.
Jangan sampai akibat diet berlebih serta tanpa anjuran ahli justru terjadi malnutrisi dan risiko infeksi penyakit pun meningkat.
Pilihan Editor: Hari Ginjal Sedunia, Kemenkes Ingatkan soal Pergeseran Tren Usia Penyakit Ginjal Kronis
You may also like
Pos-pos Terbaru
- Kenapa Motor Beat Selalu Jadi Pilihan Aman untuk Motor Pertama
- Perilaku Pengendara Seperti Apa yang Bisa Menyebabkan Kecelakaan?
- Teknik Mengendarai Motor Matik di Jalan Padat dan Kondisi Hujan Malam
- Navigating DOT, ECE, and International Standards for Retreaded Tires: A Compliance Guide
- Lowongan Pekerjaan dengan Gaji di Atas Rp 20 Juta dan Bonus Tahunan Besar: Peluang Karier Menjanjikan di Era Modern
Kategori
Arsip
- Januari 2026
- Desember 2025
- November 2025
- Oktober 2025
- September 2025
- Agustus 2025
- Juli 2025
- Juni 2025
- Mei 2025
- April 2025
- Februari 2025
- Januari 2025
- Desember 2024
- November 2024
- Oktober 2024
- September 2024
- Agustus 2024
- Juli 2024
- Juni 2024
- Mei 2024
- April 2024
- Maret 2024
- Februari 2024
- Januari 2024
- Desember 2023
- November 2023
- Oktober 2023
- September 2023
- Agustus 2023
- Juli 2023
- Maret 2023
- Februari 2023
Tinggalkan Balasan